Syahmardan, (lahir di Medan, 2 Februari 1932 – meninggal di Jakarta, 26 November 2006) adalah sastrawan dan tokoh Betawi. Dia dikenal sebagai penyair, cerpenis, novelis, esais, dan penulis drama. Kebangkitan lenong, topeng Betawi, dan lain-lain tidak lepas dari tangannya.
Meski tidak memiliki darah Betawi dalam tubuhnya, namun sejarah mencatat bahwa Ardanlah yang pertama kali menggunakan dialek Betawi dalam karya sastra Indonesia. Barulah disusul Firman Muntaco, yang banyak banyak menulis sketsa-sketsa Betawi.

