Iin Farliani lahir di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 4 Mei 1997. Alumnus Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mataram. Penelitian bidang perikanannya berjudul “Pertumbuhan Yuwana Abalon (Haliotis squamata) yang Diberi Pakan Ulva sp. dengan Pengkayaan Urea”. Menulis cerita pendek, puisi, esai, dan novel. Karya-karyanya telah tersiar di pelbagai surat kabar dan termaktub dalam beberapa buku bunga rampai terpilih seperti Himpunan Puisi Penyair Perempuan Nusa Tenggara Barat Taman Pitanggang (2015), Kumpulan Puisi Pilihan Riau Pos Pelabuhan Merah (2015), NUN Yayasan Haripuisi Indonesia (2015), Puisi Pilihan Suara NTB Kembang Mata (2015), Puisi Pilihan Suara NTB Ironi Bagi Para Perenang (2016), serta masuk dalam antologi Situs Kesedihan: Puisi-Puisi Terbaik Basabasi.co 2019. Cerpennya terangkum dalam antologi Melawan Kucing-Kucing (2015) dan Mata yang Gelap (2016).
Sejak tahun 2013 hingga sekarang masih terlibat aktif dalam kegiatan komunitas sastra Akarpohon Mataram. Buku kumpulan cerita pendeknya yang telah terbit berjudul Taman Itu Menghadap ke Laut (2019). Buku puisi pertamanya berjudul Usap Matamu dan Ciumlah Dingin Pagi (2022). Di 2020 ia terpilih sebagai salah satu Emerging Writer Makassar International Writers Festival (MIWF) 2020. Ia juga masuk dalam Emerging Writer Indonesia 2022 Ubud Writers & Readers Festival (UWRF).





